INDONESIA DARUSAT NARKOBA

Gerakan Nasional Anti Penyalahgunaan Narkoba

, Lintas Indonesia
FOTO | ISTIMEWA ]
Jakarta, Lintas Indonesia -- Mengingat kejahatan narkoba adalah kejahatan trans nasional (lintas negara) dan extra ordinary crime (kejahatan luar biasa), maka perlu strategi dan pola komunikasi yang efektif agar program pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat berhasil dengan baik. Perkembangan penyalahgunaan narkoba menunjukan bahwa ada banyak pelajar dan generasi muda yang terlanjur menjadi pengguna narkoba. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan sebab generasi muda adalah tulang punggung pembangunan bangsa di masa depan. Hal itu di sampaikan kasie media elektronik, Deputi Bidang Pencegahan BNN, M Affan Eko B.S saat FGD di SMK Lingga kencana, Depok.Kamis (27/11). Menurut Affan di perlukan gerakan nasional pencegahan anti penyalahgunaan narkoba untuk menahan laju pertumbuhan penyalahgunaan narkoba. Masyarakat diajak untuk lebih serius dan peduli terhadapat permasalahan ini. BNN sudah memulai dengan menetapkan tahun 2014 sebagai tahun penyelamatan pengguna narkoba. "Harapannya semua pihak terkait ikut berpartisipasi dalam rangka menciptakan Indonesia sehat dan Indonesia hebat," tegas Affan "Guru dan orang tua murid harus menjalin komunikasi yang intens untuk mendeteksi pelajar yang menggunakan narkoba. Pelajar pengguna narkoba jangan di diamkan," ujar Affan. "Apabila didiamkan maka akan menjadi menjadi ancaman bagi siswa lain yang belum mengenal narkoba. Pengguna narkoba cenderung mencari pengguna-pengguna baru," pesan Affan. Tahun 2014 lanjut Affan telah di tetapkan oleh BNN bersama 7 kementrian terkait sebagai tahun penyelamatan penguna narkoba. Jadi pecandu atau pengguna tidak lagi penjara atau di tangkap melainkan di rehabilitasi atau di obati ujar Affan. Kalau ada saudara kita yang menjadi pengguna silakan melaporkan diri kepada Institusi penerima wajib lapor (IPWL) yang di tunjuk oleh pemerintah seperti rumah sakit dan puskesmas," tutup Affan. Hal senada disampaikan, Zaki Azham. Menurutnya masyarakat masih belum kompak dalam urusan narkoba. Kalau ada yang kena narkoba biasa masyarakat gak peduli. Padahal kalau dibiarkan cepat atau lambat akan menimpa keluarga kita," ujar Zaki. Solusi pencegahan tambah Zaki adalah pemaksimalkan peran guru dan orang tua. Harus ada pertemuan rutin antar guru dan orang tua untuk mengevaluasi perilaku siswa. "Guru bertanggung jawab di sekolah sedang orang tua bertanggung jawab dalam kehidupan di masyarakat,"tegas Zaki. (oscar)

Artikel Terkait
Terpopuler