INDONESIA DARUSAT NARKOBA

Sindikat Narkoba Perlu Dimiskinkan

, Lintas Indonesia
FOTO | ISTIMEWA ]
Jakarta, Lintas Indonesia -- Hukuman penjara bahkan hukuman mati yang jatuhkan kepadasindikat dan pengedar narkoba ternyata tidak membuat jera. Justru mereka(pengedar) mampu mengendalikan peredaran narkotika dari dalam Lapas dengan menggunakan bantuan pihak-pihak lain. Salah satunya adalah kasus Fredy Budiman. Direktur Pengawasan Tahanan Barang Bukti dan Aset BNN, Sundari, mengatakan untuk melumpuhkan sindikat narkoba maka perlu menghancurkan keuangan mereka (pemiskinan jaringan narkoba). Karena hukuman mati tidak membuat mereka jera," ujar Sundari. Hal tersebut disampaikan Sundari saat Focus Group Discussion (FGD) dengan Civitas Akademikadan Alumni Pascasarjana UI, Jumat 12/12/2014 di Salemba, Jakarta Pusat. Menurut Sundari dalam upaya pencucian uang hasil kejahatan narkoba para bandar seringkali mempergunakan cara-cara seperti membuka rekening bank dengan menggunakan identitas palsu, menggunakan mobile banking, melalui aset, dan menggunakan money changer baik yang legal maupun ilegal. Seringkali dalam upaya pencucian uang para bandar mempergunakan perempuan sebagai sarana. Faktor yang seringkali terjadi adalah para wanita ini diperdaya, mereka dipacari, atau mereka merupakan keluarga dekat, misalnya istri atau anak," papar Sundari. Hal senada diungkapkan Ketua Program Studi Kajian Wilayah Eropa Pascasarjana UI, Henny Saptatia. Menurut dia, Indonesia harus belajar dari kawasanEropa tentang carapenanganan kasus narkoba. Di eropa lanjut Henny pencucian uang memang dilakukan dengan menggunakan modus-modus seperti diatas bahkan dengan menggunakan situs dating, dan kasino," ujarnya. "Kejahatan narkoba sudah adasejak lama, di Meksiko, sejak tahun 1920 perempuan tidak lagi menjadi korban kejahatan narkoba melainkan ikut berperan sebagai Aktor. Ini yang harus diwaspadai di Indonesia, transformasi perempuan dari korban kemudian meningkat sebagai aktor seperti yang sekarang marak di wilayah Eropa," ujar Henny. Turut hadir Ketua Program Studi Gender Pascasarjana UI, MiaSiscawati, dalam paparannya dia menjelaskan bahwa peran perempuan dalam pengelolaan keuangan jaringan sindikat narkoba memang harus diwaspadai. Menurut Mia ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya hal tersebut yaitu adanya relasi kekuasaan berbasis gender yang tidak dapat ditawar, misalnyamereka menggunakan istri, anak atau cucu. Nah ini sulit untuk di hindari," ujar Miamenambahkan. BNN lanjut Mia harus menggandeng organisasi berbasis perempuan untuk memberi pengetahuan tentang modus sindikat narkobamengedarkan narkoba melalui perempuan. Perempuan sangat mudahdi perdaya olehsindikat. Buktinya banyak perempuan yang terjerumus dengan tipu daya sindikat," lanjut Mia. (oscar)

Artikel Terkait
Terpopuler