INDONESIA DARUSAT NARKOBA

Kepala BNN : "2015 Indonesia Darurat Narkotika"

, Lintas Indonesia
FOTO | ISTIMEWA ]
Jakarta, Lintas Indonesia -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Anang Iskandar, mengatakan bashwa pengguna narkoba di Indonesia terus meningkat, saat intu menguna narkoba mencapai angka 4,2 juta orang. Bahkan, pada tahun 2015 diperkirankan mencapai angka 5 juta orang, oleh karena itu pada tahun 2015 ditetapkan sebagai "Indonesia Darurat Narkoba". "Prevalensi penyalahgunaan narkoba sudah mencapai 2,2 persen atau sekitar 4,2 juta orang dari jumlah penduduk Indonesia, bahkan pada tahun 2015 diperkirakan mencapai 5 juta orang. Ini akan mengakibatkan "kebutuhan " narkoba sangat Tinggi " Ujarnya dalam acara Sosialisasi Gerakan Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba di Jakarta (26/1/2015) "Ada sekitar 40 orang meninggal setiap hari akibat dampak penyalah gunaan narkotika, hal ini dikarenakan setiap penyalahgunaan narkoba tidak di rehabilitasi/ di sembuhkan," ucapnya "Kuncinya ada pada penegak hukum, yang terjadi pada paradigma masyarakat adalah penegak hukum lebih suka memenjarakan pengguna daripada di rehabilitasi, namun kali ini kita akan merubah paradigma ini jadi rehabilitasi atau diobati" jelas Anang Lebih lanjut dikatakan narkoba menjadi musuh yang amat mengerikan bagi manusia dan kemanusiaan. Karena itu, negeri ini tidak lelah berperang melawan penyalahgunaan narkoba. Namun sayangnya strategi melawan narkoba diakui adalah salah." Ungkapnya peran selama ini melawan narkoba di Indonesia adalah melenceng dan salah. Penggunanya di tahan dipenjara, padahal menurut dia pengguna itu harus di rehabilitasi bukan malah dipenjara," tegasnya Ketika pengguna narkoba di penjara, yang ada malah semakin parah, pengguna akan terus mengkonsumsi narkoba dan sebagainya. Jadi saya pikir strategi memerangi narkoba di Indonesia telah melenceng," ujar Anang Untuk itu seharusnya Indonesia memberlakukan dua strategi untuk melawan narkoba. Pertama yakni pengguna narkoba mesti di rehabilitasi jangan dipenjara. Kedua, pengedar yang semestinya dipenjara, dan yang memproduksi narkoba mesti dihukum seberat-beratnya dan proses hukumnya pun jangan terlalu lama, tukasnya "Jika Indonesia sudah darurat narkoba seperti ini, Indonesia mesti terapkan dua strategi. Bukan hanya satu strategi, pengedar dan pengguna di penjara. Itu salah. Seharusnya pengedarnya saja yang dipenjara, penggunanya jangan dipenjara," ungkap anang. (dayat)

Artikel Terkait
Terpopuler