EKONOMI

Peresmian Gudang Benih Dan Lantai Jemur

, Lintas Indonesia
FOTO | ISTIMEWA ]
Jakarta, Lintas Indonesia -- kelompok tani Gangsa I, Desa Jati Tengah, Kecamatan Jati Tujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, melaksanakan peresmian pembangunan gudang penyimpanan benih dan lantai jemur yang di resmikan oleh Kepala Balai Besar BBPPMBTH, Ir. Tri susetyo, MM mewakili Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring, pada kamis 29 Oktober 2015. “Dalam rangka mendukung program Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019, dimana salah satunya adalah mewujudkan kemandirian pangan dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik sebagaimana yang tercantum dalam 9 (sembilan) agenda prioritas pembangunan, penanggulangan kemiskinan pertanian, dan regenerasi petani menjadi fokus utama, salah satu upaya yang dilakukan adalah Pengembangan Seribu Desa Mandiri Benih (SDMB). Kegiatan tersebut merupakan salah satu janji Presiden yang tertuang dalam NAWACITA. Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut dapat mendukung dalam penyediaan benih sehingga pencapaian sasaran produksi dapat terwujud.”Ujarnya Dalam sambutan peresmian gudang dan lantai jemur. Pada tahun anggaran 2015 telah dialokasikan kegiatan SDMB sebanyak 1.000 unit/desa di 32 provinsi. Provinsi yang tidak melaksanakan kegiatan tersebut adalah Kepulauan Riau dan DKI Jakarta. Pada perkembangannya, provinsi Kalimantan Utara tidak bisa melaksanakan kegiatan dimaksud sehingga direalokasi ke provinsi lain.”tegasnya Bantuan kegiatan SDMB ini berupa belanja bantuan sosial sebesar 170 juta/unit. Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan sarana produksi, biaya sertifikasi benih, pengadaan alat dan mesin pengolahan benih serta pengemasan benih, pembangunan gudang penyimpanan benih, dan pembuatan lantai jemur. Selain itu juga dialokasikan anggaran untuk kegiatan koordinasi, pembinaan, monitoring, dan evaluasi agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik. Kegiatan ini akan terus dilakukan, ditingkatkan, disempurnakan dan dimantapkan pada tahun-tahun yang akan datang. Kegiatan ini difokuskan atau dialokasikan pada wilayah-wilayah/desa yang kebutuhan benihnya masih belum dapat dipenuhi secara mandiri, yaitu kebutuhan benihnya masih mengandalkan dari pasokan benih di wilayah-wilayah lain. Hingga saat ini, berdasarkan laporan dari provisi telah disalurkan anggaran ke kelompoktani, diperkirakan pada akhir November anggaran tersebut sudah tersalur semua. Banyak provinsi sudah melaksanakan kegiatan tersebut, yaitu membangun gudang penyimpanan benih, lantai jemur, mengadakan peralatan pengolahan dan pengemasan benih. Selain itu juga sudah cukup banyak melaksanakan pertanaman dan bahkan sudah ada yang panen serta sudah ada yang menjadi benih. Benih yang dihasilkan tersebut diutamakan untuk memenuhi kebutuhan benih di wilayah/desa yang bersangkutan. 1 (satu) unit kegiatan SDMB seluas 10 ha, sehingga total areal yang mendapatkan bantuan seluas 10.000 ha. Komoditi yang dikembangkan adalah padi inbrida. Produktvitasnya 7 ton GKP/Ha, sehingga dengan luasan 10 Ha, maka total produksinya 70 ton GKP. Setelah diproses menjadi benih maka dihasilkan benih sebesar 40 ton. Benih tersebut mampu untuk memenuhi kebutuhan benih di Desa yang berangkutan, dan sisanya akan dimanfaatkan oleh petani kawasan itu atau di tempat lain. Dengan adanya kegiatan SDMB ini diharapkan akan menumbuhkan kelompoktani/kelomok penangkar atau gabungan kelompoktani dengan kelompok penangkar yang mampu menyediakan benih untuk memenuhi kebutuhan benih di wilayah masing-masing.

Artikel Terkait
Terpopuler