HUKUM

Penanganan Kasus Kejahatan Kebakaran Hutan Dan Lahan Gambut

, Lintas Indonesia
FOTO | ISTIMEWA ]
Jakarta, Lintas Indonesia -- Diskusi Kajian pendekatan multi-door untuk menanggulangi kebakaran hutan di indonesia telah diluncurkan, selagi indonesia sedang menghadapi krisis asap yang juga mempengaruhi negara-negara tetangga. "Perlunya investigasi yang sistematik oleh kementerian dan penerapan hukum oleh lembaga yang berkaitan untuk menanggung kebakaran hutan," tegas Direktur United Nations Development Programme (UNDP), Christophe Bahuet, saat membuka Diskusi "Seribu Cara Membuat Jera", Senin (23/11/15) di hotel Borobudur, Jakarta. Pendekatan multi-door bermaksud, untuk pertama ialah meminimalisasi kemungkinan lolosnya pelaku karena keterbatasan jangakauan hukum, dan kedua untuk memberi efek jera bagi orang yang membiayai kejahatan tersebut serta memastikan pertanggung jawaban korporasi, pengembalian kerugian negara dan pemulihan lingkungan, yang semua ini terintregrasi dalam pengusutan setiap perkara Kebayakan kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan berasal dari praktik tebang dan bakar untuk membuka lahan baru. Pemerintah mengatakan hampir setengah juta penduduk menderita penyakit pernafasan sejak kebakaran mulai terjadi pada bulan juli, 19 orang telah meninggal dunia karenanya. "Membebaskan lahan dengan cara membakar adalah contoh kejahatan terhadap alam dan lingkungan. Kejadian ini wajib di investigasi secara sistematis agar hukum sungguh-sungguh ditegakkan, hal ini merupakan langkah wajib bagi perlindungan dan lahan gambut,"terang Bahuet. "Kita wajib meningkatkan dan menguatkan peraturan mengenai pembakaran lahan sekaligus memastikan bahwa mereka yang nafkahnya tergantung pada hutan tidak terabaikan. Ini memerlukan penegakan hukim yang mencakup pengelolahan hutan dan lahan gambut. Dengan demikian kita akan mampu benar-benar menegakkan hukum guna mencegah kejahatan sumber daya alam dan lingkungan hidup seperti pembakaran hutan, ladang dan lahan gambut,"tambahnya. Sementara Sekretaris Direktur Jenderal Penegakan Hukum - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Novrizal Bahar mengatakan, pihaknya sangat mendukung pendekatan multi-door. "Kami berterima kasih dengan UNDP Indonesia dan juga para Tim Kajian yang telah menginisiasi Peluncuran Hasil Kajian Multidoor dalam Penanganan Kejahatan SDA- LH di dalam Kawasan Hutan dan Lahan Gambut," kata Novrizal yang mewakili Dirjen. Lebih lanjut katanya, penanganan kasus kejahatan kebakaran hutan dan lahan Gambut dengan pendekatan Multidoor seperti ini dapat dilakukan dengan cara Multidoor kepada para pemangku kepentingan kunci dan mendiskusikan elemen-elemen penguatan penegakan hukum. "Sebenarnya, kami juga sudah menyiapkan langkah khusus agar para pembakar hutan menjadi jera. Kami juga akan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian uang serta Undang-Undang Perkebunan," tandasnya.

Artikel Terkait
Terpopuler