MEGAPOLITAN

Kegiatan Berkala Tiap Tahun Rakernas Kejaksaan RI

, Lintas Indonesia
FOTO | ISTIMEWA ]
Jakarta, Lintas Indonesia -- Rakernas Kejaksaan Tinggi Republik Indonesia (RI). Kegiatan berkala tiap tahun, tentunya disini Kita mengevaluasi kinerja dari tahun lalu dari yang sudah kita lakukan dan yang belum kita lakukan dan akan kita paparkan demi mengindentifikasi berbagai macam persoalan yang kita temukan untuk dijadikan bahan untuk dijadikan antisipasi hal-hal yang akan mendatang. Makanya dalam rakernas ini, kita menerima pengarahan yang kita dapatkan dari internal dan eksternal dari beberapa kementerian yang kami undang dan yang ada kaitannya dengan tugas kita. Mereka merumuskan dan merekomendasikan karena gerakan bersama nantinya mereka akan konsisten melaksanakan gerakan sendiri secara bersama-sama. Diharapkan tentunya semua ganjalan dan masalah akan bisa diatasai dan kedepan harapan kita akan terbangun kejaksaan yang lebih baik lagi sesuai harapan masyarakat. Disini merupakan pemahaman bersama dan perlu dicermati bersama tentunya kita harapkan media mendukung kita bersama sama apa yang kita lakukan baik tolong disampaikan. Dan kritik yang disampaikan kepada kita diharapkan kritik yang baik dan mendukung. Bukan kritik yang sebaliknya justru terkesan kritik yang kontraproduktif untuk kita. Kami mengharapkan pemberitaan bersumber dari fakta dan bukti bukan opini dan persepsi. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi RI di Jakarta, Jumat (18/12/2015). Kejaksaan Tinggi Republik Indonesia masih mencari bukti-bukti yang terkait dengan kasus Setya Novanto dan Riza Chalid. Saat ini pihak Kejaksaan masih mencari data-data yang bisa dipakai untuk acuan dalam memanggil Setya Novanto dan Riza Chalid. Team dari Kejaksaan saat ini sudah melakukan pencarian bukti-bukti yang terkait kasus Setya. Kepala Kejaksaan Tinggi RI, H.M Prasetyo, mengatakan, “Kita akan jadikan bahan antisipasi. Dalam meteri ini Baik dari kejaksaan internal dan eksternal itu nantinya dapat merumuskan kembali sehingga mereka denfan konsisten dapat melaksanakan sendiri bersama-sama sehingga masalah dapat dihadapi.” Lebih lanjut, Prasetyo juga mengatakan bahwa Kejaksaan siap menerima kritik-kritik yang masuk terutama yang menbangun. “Saya harapkan pemberitaan ini berdasarkan fakta dan bukti. Bahkan kita akan kerja keras,” lanjutnya. Mengenai rekaman yang menjadi isu saat ini juga telah dipelajari apa saja yang menyangkut dengan kasus Setya Novanto. “Tentang setyo Novanto. Bukti-bukti apapun masih tetap kita gali dan kita juga sudah mendapatkan beberapa keterangan dari sebagian saksi baik berupa surat-surat. Sekarang kita masih melakukan pemanggilan ulang. Bahkan anggota team kita sudah melakukan ke Jogja, Bandung untuk mencari bukti. Tentunya dugaan yang selama ini kita indikasi tantang apa yang telah dilakukan tindakan korupsi yang dilakukan nantinya bisa dibuktikan,” paparnya. Selain itu, tentang keberadaan Riza Chalid masih dilakukan penyelidikan. Setelah semuanya dikumpulkan baru memanggil Setya Novanto termasuk sekertaris Setya, terutama berangkat dari bukti-bukti. “Bahakan rekaman yang diperoleh juga sudah kita cek dan kita koordinasikan dengan ahli IT dari ITB dan juga minta keterangan dari ahli pidana yang selanjutnya juga dengan ahli hukum Tata Negara,” pungkasnya.(Dika)

Artikel Terkait
Terpopuler