MEGAPOLITAN

Prihatin Komunitas LGBT, KPAI Bandung Kampanye Gerakan Perilaku Hidup Normal

, Lintas Indonesia
FOTO | ISTIMEWA ]
Jakarta, Lintas Indonesia -- Saat ini, fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) sudah cukup memprihatikan di Kota Bandung. Karena itu, komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bandung beserta elemen masyarakat melakukan aksi damai dengan mengusung tema "Gerakan Perilaku Hidup Normal". Kegiatan ini merupakan canter dari komunitas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender(LGBT). Dalam aksinya mereka melakukan Longmarch dengan menenteng spanduk bertuliskan "Gerakan Perilaku Hidup Normal" di sertai orasi yang selanjutnya melakukan penyuluhan dimulai dari pukul.07.00 s/d 10.00 di lokasi Car Free Day (CFD) jalan Buah Batu Bandung, Minggu (06/03/16). Pada aksi damai kali ini para pengunjung Car Free Day Buah Batu sangat antusias sekali, di buktikan dengan banyaknya masyarakat yang ikut berpartisipasi, baik mengikuti Longmarch maupun cuma sekedar konsultasi mengenai fenomena komunitas LGBT dan mengenai peran serta KPAI Kota Bandung terhadap anak. Ketua KPAI Kota Bandung, Adri Mochamad Saftari, saat di jumpai wartawan Lintas Indonesia.com mengatakan, aksi ini di lakukan karena keprihatinan atas fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang mulai merambah ke propaganda dengan cara memaksa orang lain untuk gabung ke komunitasnya melalui media sosial dan kampanye-kampanye. "LGBT merupakan penyimpangan seksual generasi masyarakat yang sangat dikhawatirkan pertumbuhannya, maka dari pada itu kami akan selalu intens melakukan aksi-aksi persuasif untuk meminimalisir perkembangan komunitas terlarang tersebut melalui penyuluhan-penyuluhan, konsultasi, pengaduan dan pendampingan-pendampingan kasus yang menimpa anak," ungkapnya. Ditambahkan, selama berdirinya KPAI di kota Bandung pada bulan 2015 lalu, pihaknya telah berperan aktif dalam penyelesaian-penyelesaian terhadap kasus yang menimpa anak di antaranya: masalah sengketa hak anak, tindakan seksual yang terjadi terhadap anak dan kita melakukan rekomendasi terhadap pihak-pihak penegak hukum agar kasus-kasus yang terjadi terhadap anak bisa cepat terselesaikan. "Kembali ke masalah LGBT." kami himbau, mereka jangan mengatasnamakan hak azasi manusia lantas melegalkan aktifitas-aktifitas yang sudah jelas menyimpang, akan tetapi bukan berarti anggota komunitas ini harus di musnahkan melainkan di bina agar kembali ke perilaku hidup normal. Untuk para pria maupun wanita yang terlanjur menyimpang dari prilaku hidup normal marilah kita kembali ke kodratnya serta untuk yang telah tergabung ke komunitas LGBT lebih baiknya keluar dan kembali ke habitat ke normalannya,"tutupnya. (lili somantri)

Artikel Terkait
Terpopuler