HUKUM

Anas: Di Persidangan Kemarin, Muka Saya Seperti Dikencingi

, Lintas Indonesia
FOTO | ISTIMEWA ]
Jakarta, Lintas Indonesia --

Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, membantah keterlibatannya dalam pusaran korupsi proyek E-KTP yang merugikan negara Rp2,3 triliun. Terlebih tudingan keterlibatannya dalam proyek pengadaan E-KTP tersebut dilayangkan bekas rekan separtainya, M. Nazaruddin.

Menurut Anas pernyataan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu merupakan kesaksian yang mengada-ngada. Bahkan Anas menilai, pernyataan miring Nazaruddin terhadap dirinya terkesan seperti pesanan.

"Saudara saksi itu (Nazaruddin) memberikan info yang tidak berdasarkan fakta, alias fiksi alias fitnah, dan ini bukan pertama kali. Ini berkali-kali," ujar Anas dalam persidangan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (6/4).

Lebih lanjut Anas menilai, kesaksian Nazar pada persidangan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP sebelumnya telah menyudutkannya sebagai pihak yang paling berperan dalam kasus tersebut.

Anas meningingatkan persidangan kasus proyek Hambalang. Nazar sempat menyebut Anas menerima mobil Harrier, dari pejabat Adhi Karya Teguh Bagus.

Namun di persidangan terungkap beberapa anak buah Nazar diancam dan dipaksa untuk memberikan keterangan yang sesuai dengan kemauan Nazar. Di persidangan itu juga tidak bisa dibuktikan dirinya menerima mobil Harrier dari Adhi Karya terkait proyek Hambalang.

"Maksud saya jangan sampai minyak babi, tetapi karena kemudian dikasih label onta dianggap halal. Dan ini bukan pertama kali. Sudah berulang dilakukan. Di persidangan kemarin, muka saya seperti dikencingi, seperti diberakin. Mohon maaf, saya baca BAP Nazaruddin banyak inkonsistensi," tutup Anas.

Dalam sidang sebelumnya, Nazar dalam kesaksiannya mengatakan pernah ada dana sebesar 400 ribu dolar AS untuk mantan Wakil Ketua Komisi II Khatibul Umam Wiranu demi proses pemenangan ketua umum GP Anshor pada 2010 lalu. Uang ini dari pemberian Andi Narogong kepada Anas Urbaningrum dengan jumlah 500 ribu dolar AS. Sisa 100 ribu dolar AS yakni diberikan kepada Jafar Hafsah, mantan ketua fraksi Partai Demokrat.

"Mas Anas bilang bantu 100 ribu dolar AS, dari uang itulah 100 ribu dolar AS dikasihkan ke Pak Jafar Hafsah ini. Terus ada juga dulu pak Khatibul Umam dia mau maju jadi ketum GP Ansor dulu, dimintakan Mas Anas bantu 400 ribu dolar AS," kata Nazar. [rml]


Terpopuler