LIFESTYLE

Menyingkap Fakta Kelinci dan Telur Paskah

, Lintas Indonesia
FOTO | ISTIMEWA ]
Jakarta, Lintas Indonesia --

Paskah dirayakan umat kristiani sebagai kebangkitan Yesus pada hari ketiga setelah disalibkan. Citra Paskah sendiri selalu dikaitkan dengan telur hias dan kelinci.

Di Indonesia, Paskah kerap diasosiasikan dengan keriaan berburu telur hias. Biasanya, telur disembunyikan dan seusai beribadah subuh, telur-telur itu dicari oleh anak-anak.

Bagi penganut agama Kristen, telur Paskah berarti makam Yesus yang kosong dan, pada awalnya, dicat dengan warna merah sebagai simbol dari darah Yesus saat disalib.

Sejalan dengan waktu, telur Paskah ini pun mulai didekorasi dengan berbagai kreativitas. Bahkan, kini ada orang-orang yang menekuni seni menghias telur.

Telur paskah yang paling populer, seperti yang dilansir situr Mirror UK, desain terheboh telur Paskah pernah dilakukan oleh perancang perhiasan dari Rusia, Peter Carl Fabergé, yang menciptakan telur mewah sebagai hadiah bagi Tsars Alexander III dan Nicholas II.

Sedangkan cikal bakal tradisi berburu telur, menurut buku Festivals and Celebrations, berasal dari kebiasaan warga Mesir dan Persia kuno yang menghias telur dan ditukar di antara teman mereka.

“Orang Kristen Mesopotamia bisa dibilang menjadi pelopor tradisi membagikan telur sebagai peringatan kebangkitan Yesus,” tulis penulis buku Rowland Purton.

Selain itu, telur di berbagai negara dipercaya sebagai simbol kelahiran dan kebangkitan, dua simbol yang identik dengan pesan Paskah. Itu sebabnya saat gereja mulai merayakan kebangkitan Yesus pada abad kedua, telur pun jadi simbol paling populer.

Telur juga mewakili musim semi dimana orang berhasil melewati masa dingin yang keras dan memulai kehidupan baru di musim yang baru.

Selain lekat dengan citra telur, Paskah juga sering diasosiasikan dengan simbol kelinci.

Menurut History Channel, asal-usul yang tepat mengapa kelinci selalu dikaitkan dengan Paskah tidak diketahui jelas. Namun, kelinci dikenal sebagai simbol kuno kesuburan dan permulaan kehidupan yang baru. Dari situlah, kelinci sering digunakan sebagai simbol Paskah yang juga berfokus pada kebangkitan.

Namun, ada juga yang berpendapat asal mula kelinci digunakan sebagai simbol Paskah berkaitan dengan tradisi festival musim semi yang digelar negara-negara maritim kepulauan di Eropa seperti Inggris dan Irlandia. Simbol dewi musim semi bernama dewi Eastre adalah kelinci.

Sedangkan kenapa perayaan Paskah di Amerika Serikat juga berasosiasi dengan kelinci, ini karena imigran Jerman yang tinggal di Pennsylvania pada tahun 1700-an dimana mereka membawa tradisi kampung halaman mengenai kelinci penyimpan telur yang disebut ‘Osterhase’ atau ‘Oschter Haws.’


Artikel Terkait
Terpopuler