EKONOMI

Jelang Puasa, Mendag Blusukan Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

, Lintas Indonesia
FOTO | ISTIMEWA ]
Jakarta, Lintas Indonesia --

Medan- Setelah berkeliling ke sejumlah pabrik, gudang, pusat distribusi, dan pengecer bahan pokok di Jakarta dan Bekasi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita Selasa (2/5) turun langsung blusukan di sejumlah tempat di kota Medan Sumatera Utara untuk memastikan keamanan stok menjelang bulan puasa dan Lebaran.

“Kondisi gula dan minyak goreng di Provinsi Sumatra Utara aman. Stok cukup untuk enam bulan lebih. Beras juga berlebih sehingga cadangan untuk bahan pokok sangat terkendali. Demikian juga dengan daging. Stok daging beku sangat cukup untuk lebih dari empat bulan. Hasil pantauan harga di pasar rakyat maupun ritel modern menunjukkan harga yang stabil,” kata Mendag dalam keterangannya, Rabu (3/5).

Mendag mengunjungi produsen minyak goreng, PT Musim Mas dan produsen gula, PT Medan Sugar Industry di Kawasan Industri Medan (KIM) 2, Medan, Sumatera Utara. Selain itu, Mendag juga mengunjungi gudang distributor gula, Gudang 77 CV Tetap Jaya di Tanjung Mulia. Mendag juga menyempatkan diri menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatra Utara (P3TSU) periode 2017-2018 di Universitas Sari Mutiara, Medan.

Menurut Mendag, pemerintah telah mengambil langkah antisipasi untuk menyambut bulan puasa dan Lebaran 2017, yaitu dengan mengidentifikasi ketersediaan stok dan harga bahan pokok, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah. Selain itu, identifikasi langkah kesiapan instansi terkait dan pelaku usaha bahan pokok, terutama untuk menghindari terjadinya kekurangan stok, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi.

Mendag menekankan pentingnya pengawasan agar masyarakat terhindar dari barang-barang kedaluwarsa, barang impor selundupan, dan barang yang tidak aman dikonsumsi. Mendag kembali mengingatkan distributor untuk mengikuti aturan dan menjauhi praktik spekulasi. “Jangan pernah para spekulan berpikir bisa menimbun barang. Kami pasti akan distribusikan berapa pun kebutuhannya karena kami memiliki persediaan yang cukup. Jangan berani menimbun,” kata Mendag.

Selain itu, Mendag juga menugaskan pejabat eselon I turun ke daerah untuk mengadakan rakor dan memantau stok serta harga bahan pokok. Hingga 28 April 2017, telah dilakukan Rakor Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok dan pemantauan harga di 23 provinsi.

Pastikan Implementasi HET
Untuk memastikan penerapan harga eceran tertinggi (HET) di Sumatera Utara, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kemdag Tjahya Widayanti, dan Staf Khusus Mendag Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana, turun langsung untuk memantau harga komoditas gula, minyak goreng dalam kemasan sederhana, dan daging di tingkat ritel.

“Maju Bersama sudah menjual gula dengan harga Rp 12.500 per kg dan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp 11.000 per liter. Di Carrefour pun demikian. Jadi, memang sudah mengimplementasian nota kesepahaman yang dibuat oleh Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) dengan para produsen dan distributor barang-barang komoditas tersebut. Sementara itu, daging yang dijual di Carrefour pun sudah mengikuti kesepakatan bersama yang telah ditandatangani pada 4 April 2017,” kata Tjahya.

Berdasarkan nota kesepahaman antara Aprindo dan distributor yang dilangsungkan pada 4 April 2017, telah ditetapkan HET untuk tiga komoditas. Gula ditetapkan tidak boleh lebih dari Rp 12.500 per kg, minyak goreng dalam kemasan sederhana Rp 11.000 per liter, dan daging Rp 80.000 per kg. “Secara umum, ritel modern sudah menerapkan HET. Memang ada satu atau dua ritel yang masih belum sesuai, tapi kami sudah tegur,” kata Tjahya.

Selain memantau pelaksanaan HET di tingkat pengecer, Tjahya dan Eva juga mengunjungi gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumatera Utara di Medan pada Senin (1/5). Berdasarkan data Bulog per 29 April 2017, total beras untuk Provinsi Sumatra Utara adalah 64.000 ton untuk enam bulan ke depan. Sementara itu, stok gula mencapai 13.000 ton, cukup untuk tujuh bulan ke depan.

Sebelumnya pada pekan lalu Menteri Perdagangan juga telah meninjau gudang distributor dan pabrik gula di Jakarta. Dalam kunjungan ke gudang distributor PT Panin Indah Lestari, Mendag mendapat keterangan bahwa pasokan gula cukup jumlahnya dan lancar untuk disalurkan ke agen dan pengecer. Mendag juga mengunjungi gudang penyimpanan daging beku dan pabrik minyak goreng. Gudang penyimpanan daging beku yang dikunjungi adalah gudang milik PT Dua Putra Perkasa di Bekasi.


Artikel Terkait
Terpopuler