Demo buruh di Bandung
Kamis, 11 Oktober 2012 16:36

LINTAS INDONESIA (Bandung) - Beribu-ribu buruh datang dengan menggunakaan sepeda motor dan berhenti di Jalan Wastukencana yang terletak sebelah barat Gedung Balai Kota Bandung, tempat Wali Kota Dada Rosada berkantor.

Beribuan buruh dari Forum Komunikasi Buruh Kota Bandung memblokir Jalan Wastukencana di depan Kantor Wali Kota Bandung, Kamis, dalam aksi menuntut sistem kerja outsourcing dihapuskan.

"Kami akan menggelar serangkaian unjuk rasa dan pengerahan massa ke sini (Balai Kota) hingga tuntutan kami diluluskan," kata Adjat.


"Ini baru satu persen buruh di Bandung yang turun ke jalan, pokok tuntutan kami penghapusan sistem kerja outsourcing dan peningkatan kesejahteraan buruh," kata Ketua SBSI 1992 Kota Bandung, Adjat Sudrajat.Para buruh tersebut datang dengan menggunakaan sepeda motor dan berhenti di Jalan Wastukencala.

Para buruh ini berasal dari berbagai organisasi dan serikat buruh yang ada di Kota Bandung seperti SPSI, SBSI, SPN, FK-PTDI, SPFKK serta beberapa organisasi lainnya. Mereka datang dengan mengusung bendera masing-masing.

Ia menyebutkan, kondisi buruh dan pekerja industri saat ini sangat tertekan, terutama dengan pemberlakuan sistem kerja outsourcing.

Dengan sistem kerja seperti itu, posisi tawar pekerja menjadi lemah dan dalam tekanan pengusaha, ujarnya. Ia mengatakan upah buruh menjadi murah dan rentan terhadap pemutusan hubungan kerja.

"Melalui aksi ini kami menyerukan agar Pemkot dan DPRD Kota Bandung mendengar dan menyampaikan aspirasi pekerja Bandung, hapuskan outsourcing dan upah murah bagi pekerja," kata Adjat.

Selain itu, buruh juga menyerukan peningkatan kesejahteraan dan kenaikan indeks upah bagi karyawan yang dituangkan pada kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) yang saat ini Rp1,276 juta.

Sementara itu, akibat aksi para buruh ini, lalu lintas di sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan seperti di Jalan Merdeka, Jalan Aceh dan merambat ke Jalan Perintis Kemerdekaan.