NASIONAL

Pertahanan Non Militer Memiliki Peran Penting dalam Ketahanan Nasional

, LINTASINDONESIA.com
- FOTO | ISTIMEWA ]
LINTASINDONESIA.COM, -- BeritaNusantara | Jakarta, Senin (14/8/17) Bertempat di JCC (Jakarta Convention Center) Senayan, Aliansi Kebangsaan, FKKPPI bersama Suluh Nuswantara Bhakti kembali menggelar diskusi panel dengan tema "Pertahanan Non Militer" yang dihadiri oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Arkian Lubis, Director Generalisasi / Head of Policy Analisis and Development Agency Ministry of Foreign Affair of the Republic of Indonesia Dr. Siswo Pramono dan Sekretaris Direktur Jenderal Politik Dan Pemerintahan Umum Brigjen TNI Didi Sudiana selaku para pembicara.

Dalam pemaparannya, Siswo Pramono menyampaikan bahwa pada saat ini terjadi perubahan landscape global. Dalam perubahan landscape tersebut, kekuatan ekonomi Amerika Serikat mulai menurun, dan mulai tersaingi China. Bahkan kekuatan ekonomi AS di Asia Tenggara dan Australia telah mulai didominasi China. Dominasi China ini ternyata dimaksimalkan oleh China. China menerapkan dominasi proyek, dimana dengan proyek-proyek yang dibuatnya, China mengembangkan silent akuisisi. Atau menguasai negara dengan diam-diam melalui jalur ekonomi. Sebuah ancaman non militer yang patut diwaspadai.

"Proyek-proyek China sebenarnya memiliki dua sisi mata uang. Ancaman sekaligus peluang. Jika bangsa Indonesia mampu memanfaatkan proyek China dengan win-win solution, kita tidak akan terpuruk karenanya. Demikian pula sebaliknya. Win-win solution di sini adalah adanya keberanian untuk menolak proyek China yang tidak membuat kita memiliki keuntungan yang sama dari yang diperoleh mereka", kata Siswo Pramono.

Sementara itu, nara sumber lainnya Arkian Lubis, menyatakan jika ancaman non militer kini sangat tampak dipermukaan, dengan adanya terorisme, radikalisme, cyber crime, dan intoleransi yang membahayakan negara. Perlu ada respon terhadap hal tersebut agar tidak menimbulkan gangguan bagi negara.

"Sebagai institusi yang dalam sejarahnya merupakan bagian dari memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, Polri berharap kebhinekaan terus dapat dijaga dan 4 konsensus nasional dapat semakin tersosialisasi agar ancaman non militer setidaknya mampu diminimalisasi," ungkap Arkian.



Artikel Terkait
Terpopuler