LIPUTAN KHUSUS

Upaya Pemerintah Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Ultra Mikro

, LINTASINDONESIA.com
- FOTO | ISTIMEWA ]
LINTASINDONESIA.COM, -- BeritaNusantara | Jakarta, Selasa (15/8/17) Pemerintah terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, namun sulitnya memperoleh kredit melalui jasa perbankan yang mengharuskan adanya anggunan tentu menjadi masalah bagi sejumlah pengusaha kecil atau ultra mikro memilih kredit lewat rentenir. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar pengusaha ultra mikro tidak memiliki asset tetap untuk dijadikan anggunan.

Melihat fenomena tersebut, pemmerintah melalui 5 kementrian yang antara lain Kementrian Keuangan, Kementrian Koperasi dan UKM, Kementrian Sosial, Kementrian Kelautan dan Perikanan, serta Kementrian Informasi dan Informatika sepakat memberikan dana bergulir sebesar 1,5 trilyun bagi para pelaku ultra mikro lewat program pembiayaan ultra mikro non perbankan dengan suku bunga rendah yakni 2 hingga 4% dengan nilai pinjaman maksimal 10 juta rupiah.

Bertempat di Desa Pasir Angin, Bogor, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani hadir langsung dalam peresmian dimulainya program pembiayaan ultra mikro dalam kegiatan bertajuk Sinergi Kementrian Dalam Mengangkat Ekonomi Rakyat Melalui Inklusi Keuangan pada Senin (15/8/17) kemarin.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani menyampaikan melalui program pembiayaan ultra mikro ini, pemerintah memberikan dana bergulir sebesar 1,5 trilyun rupiah bagi pengusaha kecil yang tidak terjangkau perbankan, harapan kami melalui program ini bisa membuat perekonomian negara menjadi adil. Dan nantinya, dana ini akan disalurkan melalui PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani, dan PT Bahana Artha Ventura

Sri Mulyani juga menghimbau agar dana ini bisa dikelolah sebaik-baiknya agar pemerintah dapat menambah alokasi APBN untuk program yang sama kedepan.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Mulyani juga melakukan video conference bersama 4 menteri lainnya dan sejumlah bupati yang tersebar di 8 titik di Indonesia dan juga berdialog langsung kepada warga masyarakat terkait pembiayaan ultra mikro.

Artikel Terkait
Terpopuler